Langsung ke konten utama

MEMBUMIKAN PEMIKIRAN, TAPAK JEJAK KEADILAN BUYA SYAFI’I MA’ARIF

    Indonesia, dengan keragaman budaya dan keberagaman agama yang kaya, telah melahirkan tokoh-tokoh cemerlang yang membawa perubahan signifikan dalam sejarah dan peradaban bangsa. Di atas panggung sejarah Indonesia, salah satu sosok yang bersinar terang adalah Buya Syafii Maarif, seorang intelektual Islam yang meninggalkan jejak keadilan yang mendalam. Kisah hidupnya bukan sekadar kisah perjalanan seorang akademisi atau pemikir, melainkan sebuah narasi yang memadukan kecerdasan intelektual dengan semangat keadilan yang membara. Dari perjalanan hidupnya, banyak pembelajaran yang bisa dipetik, menjadi seorang individu yang mampu membumikan pemikiran, menjadikan keadilan sebagai pusat perjuangan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat dalam setiap langkahnya. 

    Riak-riak sejarah yang mempermainkan bayangan dan nyata, ada sosok yang teguh berdiri sebagai penjaga api keadilan dan pencerahan pemikiran. Buya Syafii Maarif, seorang cendekiawan muslim yang lahir dari kehangatan Sumpur Kudus, Sawahlunto, Sumatera Barat, telah mewarnai lanskap intelektual dan keislaman Indonesia dengan jejak-jejak keberanian dan kebijaksanaan. Kehadirannya tidak sekadar mengukir namanya dalam lembaran sejarah, tetapi juga memberikan warna baru dalam konstruksi pemikiran dan praksis keadilan. Dalam essay ini, kita akan menyusuri perjalanan inspiratif Buya Syafii Maarif, menggali bagaimana beliau membumikan pemikiran dan meninggalkan tapak jejak yang abadi dalam dunia keilmuan dan perjuangan keadilan. 

    Buya Syafii Maarif, seorang cendekiawan muslim dan tokoh besar Muhammadiyah, telah menorehkan namanya dalam lembaran sejarah Indonesia dengan kontribusinya yang monumental. Berakar dari Sumpur Kudus, Sawahlunto, Sumatera Barat, beliau membawa semangat keilmuan dan keadilan yang memancar dari hati Sumatera ke seluruh pelosok negeri. Di kancah organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif bukan sekadar menjadi anggota, tetapi ia melangkah sebagai pemimpin yang tangguh, menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah ke-13 dari tahun 1998 hingga 2005. Kepemimpinannya tidak hanya menginspirasi jamaah Muhammadiyah, tetapi juga memperoleh pengakuan yang lebih luas, termasuk penghargaan prestisius Ramon Magsaysay pada tahun 2008. Dalam perjalanan hidupnya yang penuh dengan dedikasi dan pengabdian, Buya Syafii Maarif telah menjadi simbol keberanian, keadilan, dan keilmuan yang menginspirasi banyak orang. 

    Integritas dan idealisme menjadi akar yang menghunjam dalam diri Buya Syafii Maarif, mengukir kekokohan yang tak tergoyahkan dalam pemikiran dan tindakannya. Berdiri kokoh di atas pijakan kejujuran dan keikhlasan, Buya mampu menantang arus yang digerogoti oleh tarikan kepentingan sempit dan kesesatan berpikir. Kejernihan pikiran dan sikap yang elegan, beliau tidak gentar menghadapi badai kesesatan yang menghantam, berdiri tegak di tengah pergulatan antara benar dan salah. Buya memperlihatkan keberanian dan kesungguhan yang luar biasa dalam menyuarakan kebenaran serta bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya, tanpa terjerumus dalam rayuan kepentingan yang melalaikan.


    Kecerdasan Buya Syafii Maarif tidak hanya bersumber dari kecerdasan pikirannya, tetapi juga dari semangatnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan keadilan. Baginya, kecerdasan intelektual harus selalu diiringi oleh kepekaan terhadap penderitaan sesama manusia, terutama mereka yang terpinggirkan dan tertindas. Buya Syafii Maarif teguh pada keyakinannya bahwa ajaran Islam yang sejati adalah ajaran yang penuh kasih sayang dan adil bagi semua. Tidak pernah terpisah antara pemikiran dan tindakan, beliau selalu berupaya menyuarakan kebenaran dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, menjadikan keadilan sebagai pusat dari setiap langkahnya.

Aktivisme Sosial dan Politik

    Selama mengarungi bahtera hidupnya, Buya Syafii Maarif tidak hanya menjadi penonton pasif terhadap dinamika sosial dan politik yang melingkupi negara. Sebaliknya, beliau aktif terlibat dalam berbagai gerakan sosial dan politik, menjadi pendorong utama bagi perubahan yang diinginkan. Sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah dan langkahlangkah yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat telah menjadikannya sebagai suara yang disegani dan diikuti oleh banyak orang. Tidak hanya sekadar mengomentari dari pinggir, Buya Syafii Maarif berdiri teguh di garis depan perjuangan, memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.


    Tidak hanya terpaku pada ruang lingkup organisasi, Buya Syafii Maarif juga merambah ke berbagai gerakan sosial dan politik. Ketegasan sikapnya terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak mengedepankan kepentingan rakyat menjadikannya seorang pemimpin yang dihormati dan diikuti. Buya Syafii Maarif tidak tergoyahkan oleh aliran kepentingan sempit dan kesesatan berpikir yang melilit, tetapi justru menantang arus dengan kejernihan pikiran dan sikap yang elegan. Dalam mengemban perannya, beliau menjelma sebagai sosok yang berani dan teguh dalam prinsip, menjadikan keadilan dan kebenaran sebagai kompas utama dalam setiap langkahnya. 

    Wafatnya Buya Syafii Maarif pada tahun 2022 meninggalkan duka yang mendalam, tetapi juga mewariskan legacy yang tak terlupakan. Jejak keadilan yang telah beliau tinggalkan menjadi cahaya yang terus memandu langkah-langkah mereka yang terus berjuang untuk kebenaran. Kisah inspiratif Buya Syafii Maarif mengajarkan kita bahwa kecerdasan intelektual haruslah disertai dengan semangat keadilan yang membara. Beliau bukan hanya mewariskan pemikiran, melainkan juga semangat untuk terus berjuang demi keadilan bagi semua. Dalam era yang terus berubah, nilai-nilai kemanusiaan yang beliau tanamkan menjadi penting untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya, agar terus mengilhami perjuangan demi dunia yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAT AL-MUJADALAH AYAT 11 DAN AZ-ZUMAR AYAT 9, SERTA RELEVANSI DENGAN PENDIDIKAN ISLAM

Al Mujadalah Ayat 11 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ تَفَسَّحُوا۟ : فسَحَ لـ يَفْسَح : لَهُ فِي الْمَجْلِسِ : وَسَّعَ لَهُ لِيَجْلِسَ ٱنشُزُوا۟ : فِي مَكَانٍ نَشَازٍ : فِي مَكَانٍ مُرْتَفِعٍ Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Az Zumar Ayat 9 أمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا ي َحْذَر ُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ ...

Mengenal Teori Psiko-Spiritual dalam Bimbingan Penyuluhan Agama

Pengertian penyuluh agama sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 791 tahun 1985 adalah pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang maha Esa. Sedangkan yang dimaksud dengan penyuluh Agama Islam, yaitu pembimbing umat Islam dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, serta menjabarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. Sejak semula penyuluh agama berperan sebagai pembimbing umat. Dengan rasa tanggung jawab tinggi, mereka membawa masyarakat kepada kehidupan yang aman dan sejahtera.  Penyuluh agama ditokohkan oleh masyarakat bukan karena penunjukan atau pemilihan, apalagi diangkat tangan suatu keputusan, akan tetapi dengan sendirinya menjadi pemimpin masyarakat karena kewibawaannya    (Aep Kusnawan, 2011) . Spiritualitas merupakan bentuk sifat dari kata spirit (ekuivalen dengan ‘ruh’) yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti sesu...